Dampak Kemarau Panjang, Perumda Tirta Benteng Rutin Salurkan Air Bersih dan Perkuat Sinergi Media
Tangerang, Banten
Dampak kemarau panjang mengakibatkan sejumlah wilayah di Kota Tangerang mengalami krisis air bersih akibat mengeringnya sumur dan sumber air warga. Kondisi ini dialami oleh masyarakat di empat kecamatan, yakni Kecamatan Ciledug, Pinang, Larangan, dan Karang Tengah.
Menanggapi situasi tersebut, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng Kota Tangerang secara rutin mengirimkan armada tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian warga di wilayah-wilayah terdampak.
“Hampir setiap hari permohonan bantuan air bersih selalu datang dari masyarakat di empat kecamatan tersebut. Bahkan belakangan ini permohonan bantuan semakin sering seiring tingginya intensitas musim kemarau,” ujar Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, Tommy Herdiansyah, Kamis (8/10/2026) saat berkunjung ke Sekertariat Pokja Wartawan Harian Tangerang Raya di Jl Perintis kemerdekaan Kota Tangerang.
Tommy menjelaskan, mayoritas permohonan bantuan air bersih berasal dari masyarakat non-pelanggan yang selama ini mengandalkan air bawah tanah.
“Selama ini warga di daerah tersebut memang belum mendapatkan pelayanan air bersih Perumda Tirta Benteng karena belum tersedianya jaringan perpipaan,” paparnya.
Saat ini, pihak perusahaan tengah menyelesaikan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) serta memperluas jaringan perpipaan agar distribusi air bersih dapat segera menjangkau empat kecamatan tersebut.
Terkait keluhan mengenai kualitas air yang sempat keruh, Tommy menyampaikan bahwa hal itu disebabkan oleh penyusutan debit air baku di Sungai Cisadane akibat kemarau. Namun, langkah penanganan telah dilakukan melalui pengerukan sedimentasi di sekitar intake.
“Alhamdulillah, setelah pengerukan di sekitar intake dan proses pengolahan dilakukan secara optimal, kualitas air kembali normal dan layak pakai sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan,” tegasnya.
Di tengah upaya penanganan dampak kemarau dan peningkatan layanan, Perumda Tirta Benteng juga menggelar pertemuan berkala bersama insan pers dari Pokja Wartawan Harian Tangerang Raya untuk memperkuat sinergi dan mekanisme komunikasi publik.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Umum Perumda Tirta Benteng Tommy Herdiansyah, Kepala Satuan Kesekretariatan Perusahaan Budi Santoso, Kasi Humas Yayan beserta tim Humas.
Tommy menegaskan bahwa keterbukaan informasi dan peran media sangat strategis sebagai jembatan informasi dua arah antara perusahaan dan masyarakat.
“Perumda Tirta Benteng tentunya membutuhkan sinergi dan kebersamaan dengan teman-teman media, pihaknya tentu tidak bisa berjalan sendiri. Informasi program dan pelayanan dapat tersampaikan, sementara kritik, saran, maupun laporan di lapangan dapat kami tindaklanjuti dengan cepat,” tutur Tommy. Pertemuan berkala ini rencananya akan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.
Sementara itu, Kepala Satuan Kesekretariatan Perusahaan Budi Santoso menyampaikan bahwa perusahaan menyiapkan jalur komunikasi yang terkoordinasi melalui Humas agar rekan media dapat memperoleh informasi resmi dari pejabat yang berwenang.
“Mekanisme ini bukan untuk menghambat kerja jurnalistik. Kami pada prinsipnya ingin selalu responsif, tetapi tidak reaktif. Setiap masukan dan pertanyaan perlu diklarifikasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kekeliruan informasi di masyarakat,” jelas Budi.
Ketua Pokja Wartawan Harian Tangerang Raya Mus Mulyadi menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, mekanisme konfirmasi merupakan bagian penting dari etika dan ketaatan pada prinsip jurnalistik.
“Ini bukan pembatasan kebebasan pers, melainkan upaya menjaga keberimbangan dan kehati-hatian. Wartawan tetap memiliki hak memberitakan, namun konfirmasi adalah kunci agar berita yang disajikan akurat dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru,” tuturnya.
Kasi Humas Perumda Tirta Benteng Yayan menambahkan, bagian Humas siap menjadi penghubung yang aktif antara jurnalis dan manajemen perusahaan guna mempermudah akses informasi demi pelayanan publik yang lebih baik. (Rilis)
