Bandara Internasional Soekarno-Hatta Dorong Konservasi Ekosistem Pesisir Banten Melalui Program InJourney Airports Alam Lestari

IMG-20260115-WA0025Bandara Internasional Soekarno-Hatta Dorong Konservasi Ekosistem Pesisir Banten Melalui
Program InJourney Airports Alam Lestari

Tangerang, Banten

PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian ekosistem maritim melalui perluasan program konservasi terumbu karang di Kawasan Ekonomi Khusus
Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.

Program InJourney Airports Alam Lestari ini merupakan kelanjutan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang telah berjalan sejak 2023, dengan fokus pada rehabilitasi ekosistem bawah laut dan pengembangan pariwisata bahari berkelanjutan.

Dalam seremonial yang digelar di Tanjung Lesung pada tanggal 14 Januari 2026, program tahun
2025 ini menghadirkan sejumlah fasilitas konservasi baru, meliputi pembangunan InJourney Coral Reef House berukuran 8×4 meter persegi, pembuatan 5 unit Coral Reef Tower, ekspansi taman karang seluas 10×10 meter persegi, serta penanaman 340 batang pohon ketapang kencana.

Program ini dirancang untuk mendukung pemulihan ekosistem terumbu karang yang
sempat terdampak tsunami tahun 2018 sekaligus menghidupkan kembali sektor pariwisata di wilayah tersebut.

Program ini didukung Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, PT Banten West Java, dan Yayasan Konservasi Selat Sunda. Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyalurkan bantuan Rp120.000.000 untuk konservasi terumbu karang serta 340 batang ketapang kencana senilai Rp47.600.000 bersama PT Banten West Java.

Dalam kesempatan yang sama, Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga menyerahkan bantuan kaki palsu kepada 18 penyandang disabilitas di wilayah Banten sebagai bagian dari
program InJourney Airports Ramah Difabel.

Total bantuan yang disalurkan sepanjang 2025 mencapai 31 unit, tersebar di Kabupaten Rangkas Bitung, Pandeglang, Serang, Cilegon, serta
Kota dan Kabupaten Tangerang.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menyampaikan bahwa pelaksanaan Program InJourney Airports Alam Lestari merupakan bentuk komitmen bandara dalam menjalankan peran sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

“Program ini merupakan bagian dari konservasi terumbu karang yang bertujuan untuk memulihkan ekosistem terumbu karang serta pengembangan wisata bahari dan sebagai bentuk kontribusi Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam proses rehabilitasi dan restorasi alam
bawah laut di perairan Tanjung Lesung,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa program ini dirancang dengan melibatkan masyarakat lokal secara aktif melalui kolaborasi dengan Yayasan Konservasi Selat Sunda, sehingga dapat berjalan berkelanjutan dengan dukungan penuh dari komunitas setempat.

Program InJourney Airports Alam Lestari di Tanjung Lesung diharapkan dapat menjadi model
pariwisata berkelanjutan yang memperhatikan dampak terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi untuk jangka panjang.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan terus memperluas program TJSL dengan fokus pada aspek lingkungan dan sosial, memastikan bahwa keberadaan bandara memberikan dampak
positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan alam Indonesia. (Rilis)